The Propitious knowledge is power">


10 poin untuk film sepuluh

  1. Posted by jafis in Review Film |
  2. February 8th, 2009 |
  3. U comment I follow

film-sepuluh-brFilm sepuluh ini telah menggerakkan otak dan perasaan jafis untuk terus memaknainya, agak berat untuk menulis review alur cerita filmnya. karena film ini wajib untuk ditonton !dan jafis nggak ingin menjadi spoiler hingga orang-orang nggak asyik lagi untuk menontonnya, makanya saya kasih 10 poin saja dah…silahkan merangkai sendiri dan tonton yaaa

1. menurut pendapatku kualitas gambar “film sepuluh” terbaik sepanjang perfilman Indonesia
2. alur ceritanya bagus.. ada ritme dan keselarasan dari awal sampai akhir, nyaris nggak ada yang melenceng
3. Pesan moral tentang seorang ibu (mantan napi) yang begitu mencintai suami yg telah menjebaknya masuk penjara, tentang kekuatan harapannya dalam mencari sesuatu yg pernah hilang darinya, tentang pengorbananya untuk orang yang dicintainya… Fantastic ! sukses di peragakan Rachel Maryam
4. prolog dan epilog sempurna
5. akting mongki sebagai anak jalanan yang tomboi mempunyai karakter yang sangat kuat.. keren banget !
6. akting david sebagai anak seorang kaya yang sakit ginjal.. sangat nature dan menyentuh
7. Pesan moral tentang perdagangan ginjal ilegal yang mengorbankan anak-anak jalanan merupakan sebuah nilai tambah untuk sang sutradara, apalagi dibuatnya kayak thriller gitu , KEREN euyy!
8. Film ini pelajaran buat sineas muda lainnya, malu dong kalo buat film ngasal ! dan aku yakin ini akan memberikan warna persaingan yang sangat kompetitif di perfilman Indonesia.
9. Film inil betul-betul membuat penonton rileks dan santai untuk dinikmati, sebuah terobosan bagi paradigma penikmat perfilman indonesia yang kalo udah menyangkut tentang tema sosial… berat banget penyampainnya..
10. “Mencari Kesempurnaan Cinta dalam Ketidaksempurnaan Hidup” jargon ini berhasil direalisasikan dengan baik

notes : Film SEPULUH menjadi produksi perdana dari First Media Productions sekaligus debut dari sutradara muda Henry Riady (yang baru berusia 19 tahun). Anak ke-empat dari James Riady ini sangat tertarik dengan isu kemanusiaan dan merasa tertantang untuk mengolah cerita sekompleks film SEPULUH. Saat ini, Henry tercatat sebagai mahasiswa semester 4 jurusan sinematografi di Biola University, Los Angeles. dikutip dari SINI

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

wennyaulia says:

February 9, 2009 11:03 pm

sepertinya keren,,,kemaren pas liat iklannya sih agak males gitu
tp kok ripiu di sini bagus
jadi tertarik nonton :D

mada "mahadaya" says:

February 13, 2009 1:13 pm

walah…tak kira ga bagus, klo tau bagus gini, aku nonton yang berkelas dan berbobot kyk gini deh, drpd nonton tema hantu-hantu-an mulu (ga jelas)

Country homes says:

February 17, 2009 10:02 am

Kalo saya sendiri lebih senang dengan film seperti laskar pelangi, dalam artian film itu mendidik bangsa indonesia lewat film, tapi aneh nya ko bnyk bgt film hantu mulu yah

wanda says:

February 17, 2009 9:53 pm

Filmnya bagus ya?
Tadinya ragu, habis yang besut (maaf) bukan dari kalangan ‘pernah susah’. Saya pikir filmnya seperti Mendadak Dangdut, Mengejar Mas-mas dan film2 Rudi Soedjarwo lain yang menyorot kehidupan kalangan ‘bawah’. Datar… tidak menimbulkan simpati pada karakter2 ‘miskin’ dalam film bersangkutan.
Tapi kalau Sepuluh memang bagus, berarti Henry lebih ’sensitif’ daripada sutradara lain, dong. Berprasangka buruk memang tidak baik, ya? ^_^

jafis says:

February 18, 2009 8:44 am

hehhehe … kalo saya terus terang sebelum menonton film, terlebih dahulu baca-baca referensi di internet biar nggak kecewain gitu…

Film Sepuluh sudah berhasil menyampaikan missi sosialnya..

diajeng says:

February 26, 2009 3:24 pm

yawnnnnnnnnnnnn

Leave a Comment

Name:*

Email:*

Website:

Comment: