The 7 Laws of Happiness
- Posted by jafis in Review Buku |
- December 13th, 2008 |

“Anda bisa sukses karena mengambil tindakan yang benar, tapi anda tidak akan bahagia sebelum anda memilih pikiran yang benar”
Menurut Arman Pradiansyah kebahagiaan akan sangat tergantung pada pilihan pikiran dibalik setiap tindakan kita. Dia menyebut pikiran ini dengan The 7 laws of Happiness
ketujuh hukum ini di golongkan dalam 3 kategori sebagai berikut :
kategori berhubungan dengan diri sendiri
1. patience (kesabaran)
sabar adalah menyadari bahwa segala sesuatu tuh berproses, karena hidup ini proses yang terindah. Sabar itu bukanlah mengurut dada saja, tapi menyatukan badan dan pikiran di satu tempat hingga bisa menikmati proses.
2. Gratefulness (syukur)
Syukur adalah menyadari bahwa kita sudah memiliki “modal” yang cukup untuk bahagia. Syukur mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang telah kita miliki, meresapinya, dan menikmati setiap detailnya, hingga menyadari potensi kita sepenuhnya.
3. Simplicity (sederhana)
Sederhana merupakan kemampuan menangkap hakikat di balik setiap kerumitan. Sederhana berfokus pada tujuan dan masalah yang kita hadapi,jadi anggap semua itu sederhana dan jangan berpikir rumit?
kategori hubungan kita dengan orang lain
4. Love (kasih)
kasih adalah landasan kita untuk berhubungan dengan orang lain. kasih tidak pernah menghitung keuntungan yang sebenarnya mengisyaratkan hubungan transaksional, tapi melainkan sebuah landasan fundamental bahwa mengasihi orang lain merupakan sebuah keuntungan.
5. Giving (memberi)
Kasih hanya akan menjadi teori bila tak diwujudkan dengan memberi. Memberi disini buka melakukan sesuatu dengan harapan yang setimpal, tapi bertindak atas dasar sudah seharusnya dilakukan karena rasa kepedulian yang terbersit di hati. ini disebut “Ikhlas”
6. Forgiving (memaafkan)
Memaafkan adalah bentuk pemberian yang tersulit, karena adanya mitos yang kita percaya bahwa memaafkan menunjukan kelemahan dan hanya menguntungkan orang lain. Padahal memaafkan itu mengajarkan/melatih cara bersikap terhadap diri kita sendiri.
kategori hubungan kita dengan Sang Pencipta
7. Surrender (berserah)
Tawakkal.. yaa itulah kunci penutupnya! berserah diri kepada Allah swt setelah kita berusaha semaksimal mungkin. Berserah itu memberikan sesuatu yang tidak mampu kita kerjakan kepada Allah swt, Ingat! Allah swt tidak akan akan melakukan apa yang kita sendiri bisa lakukan. MAKANYA BELAJAR!!! heheheh







Wong OKI says:
December 13, 2008 4:25 pm
Wah.. setuju sekali… salam kenal ya buat yg punya blog..
*salam kenal juga mas.. terima kasih udah berkunjung
tukyman says:
December 17, 2008 2:36 pm
saya datang lagi dengan sejuta senyuman
salam kenal
*heheheh… thanks mas tukyman!
cici silent says:
December 28, 2008 10:30 pm
Wah, buku baru nih, bakal jadi wishlist book kykny. BTW, slm kenal ya, mo tukeran link?
Leave a Comment