The Propitious knowledge is power">


Tanggapan "Arti Hidup"dr teman sekantor

  1. Posted by jafis06 in Motivasi |
  2. February 22nd, 2008 |
  3. U comment I follow

Dear Rcd & Jfs,

Both of you have Great opinions, But…..

Kehidupan akan dimulai menjadi angka 0.01 lagi setelah menikah, so get merried !!!!!!!!!!!!!!!

Than start to arrange your beautiful life from beginning……..

He…he…he…he…he …

Regards,

YHR

—–Original Message—–
From: richard [mailto:richard@hijaulestari.co.id]
Sent: Friday, February 22, 2008 8:01 AM
To: ‘Jafis’
Cc: ‘Dian’; yanita@hijaulestari.co.id; yungyung@hijaulestari.co.id; rita@hijaulestari.co.id; ‘rudy’; pinkicha@hijaulestari.co.id; emy@hijaulestari.co.id
Subject: Arti Hidup

Pengen nyambung aja tulisan Jafis di Blog nya dia … hehehe

This is my version :

Berapa umur kita saat ini?
25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun…
Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita?
Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan?
Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba.
Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai
pelajar, sebagai seorang profesional, dll.
Kita memulai hari yang baru.
Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup.
Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa.
Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak
buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita
hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput…
“Waktunya istirahat..makan- makan.. ( kata Wolfgang ) J ”
Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir.
Otak serasa buntu.
Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan.
Matahari sudah berada tepat di atas kepala.
Panas betul hari ini…

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja…
Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk.
Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai.
(Belum lagi kalau terkadang harus menghadapi ‘manusia-manusia sulit’ yang menghambat pekerjaan kita )

Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat…
Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah.

Gelap mulai menjemput.
Lelah sekali hari ini.
Sekarang jalanan macet.
Kapan saya sampai di rumah.
Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket.
Nikmat nya air hangat saat mandi nanti.
Segar segar…
Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini.

Waktunya makan malam tiba.
“Ohh..ada sop ayam”.
“Wah soto daging memang enak sekali”,
Itu juga kan yang sering kita lakukan.
…Selesai makan, bersantai sambil nonton TV.
Tak terasa heningnya malam telah tiba.
Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap.
Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.
Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang.
Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.

Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur.
Siang atau malam adalah sama.
Hanya rutinitas… sampai akhirnya maut menjemput.
Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas.
Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.
Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa ..
Kehidupan adalah … dll.

Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.
Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita ?
Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita ?
Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?
Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.

Hanya Tuhanlah yang tahu…
Pandanglah di sekeliling kita…ada segelintir orang yang membutuhkan kita.
Mereka menanti kehadiran kita.
Mereka menanti dukungan kita.
Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama……
Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.

Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini.
Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah.
Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.

Best regard’s

Richard Ambarita

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

jafis says:

February 22, 2008 10:35 am

ehmmmm…KEREN BANG ???thanks for your email

xvader says:

February 25, 2008 8:03 am

mmm…
terkadang hidup memang terasa begitu membosankan, penuh dengan rutinitas yang ‘de javu’, begitu-begitu aja…

itulah kenapa saya selalu berusaha memelihara sisi kanak-kanak dalam hidup saya, agar menampakkan keceriaan dalam setiap gerak, walau setitik.

saya juga tidak peduli bila ada temen saya yang mengejek saya, “wah, udah semester tua kok bacaannya masih shinchan!” atau “wui…wui… berapa sih umur lo, drus??? kok tontonan masih naruto???”. jujur, saya tidak peduli. :P

sisi kanak-kanak terkadang begitu menyenangkan. bisa tertawa lepas tanpa rasa canggung, menangis tersedu tanpa malu, dll.

regards…

Leave a Comment

Name:*

Email:*

Website:

Comment: