The Propitious knowledge is power">


Kisah Sang Tikus

  1. Posted by jafis06 in Motivasi |
  2. August 28th, 2007 |
  3. U comment I follow

Seekor Tikus mengintip dibalik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya, saat membuka sebuah bungkusan.  Ada makanan pikirnya? Tapi dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu,tikus itu menjerit memberi peringatan; “Awas ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati ! ada perangkap tikus di dalam rumah!”

 Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, mengangkat kepalanya dan berkata,”Ya maafkan aku Pak Tikus. Aku tau’ ini memang masalah besar bagimu,tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku sakit kepala lah?”

 Tikus berbalik  dan pergi menuju sang kambing. Katanya,”Ada perangkap tikus dalam rumah?gimana nih?please oom kambing”

 “Wah, aku menyesal dengan khabar ini,”Si Kambing menghibur dengan penuh simpati,“tetapi tak ada sesuatupun yg bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah,Kamu senantiasa dalam doa – doaku!”

 Tikus kemudian berbelok menuju si Lembu“oh? Sebuah perangkap tikus?jadi saya bisa masuk nggak yaa ke perangkap itu?”kata Lembu itu sambil ketawa mengejek, berleleran liur.

 Jadi tikus itu kembalilah kerumah, dengan kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.

 Malam telah tiba, dan terdengar suara bergema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yg berjaya menangkap mangsa. Isteri petani berlari pergi melihat apa yg terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tidak bisa melihat bahwa yg terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.

 Si Istri kembali ke rumah dengan tubuh menggigil, demam. Dan, sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, obat pertama adalah  memberi sup ayam segar yg hangat. Petani itupun mengasah pisaunya, dan pergi ke kandang, mencari ayam untuk bahan supnya.si Ayam berlinang air matanya….

 Tapi,bisa Ular itu sungguh jahat, si Istri tak langsung sembuh. Banyak tetangga yang datang membesuk, dan tamu pun tumpah ruah kerumahnya. Ia pun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa, kambing di kandang dia jadikan gulai. kambing pun tak bisa berdoa lagi……

 Tapi itu tidak cukup! Bisa ular tak dapat ditaklukan……akhirnya si Istri Mati, dan berpuluh orang datang untuk mengurus pemakaman, juga selamatan. Tak ada cara lain. Lembu dikandang pun di jadikan penganan, untuk puluhan pelayat dan peserta selamatan.

 Kawan!!! apabila kamu dengar seseorang menghadapi masalah dan kamu pikir itu tidak ada kaitanya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada “perangkap tikus”di dalam rumah, seluruh “ladang pertanian”ikut menanggung risikonya.

Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan daripada baiknya.

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

i gusti komang sudarma says:

February 4, 2008 4:42 am

Terima kasih mas, ceritanya bener banget. Saya selalu mementingkan diri saya sendiri, saya jarang membantu teman, saya tidak peduli dengan urusan teman, sekarang baru saya rasakan betapa merugikan sikap saya itu., Sekarang saya bantu semua teman saya yg perlu pertolongan, tapi semampu saya. Dan saya pun merasa lebih baik.

Leave a Comment

Name:*

Email:*

Website:

Comment: