The Propitious knowledge is power">


Hakekat Sebuah Komunitas

  1. Posted by jafis in komunitas |
  2. October 30th, 2009 |
  3. U comment I follow

sebenarnya ini adalah tulisan Bpk. Hermawan kartajaya tentang New Wave Marketing di kompas, tapi saya sangat terkesan dengan pendapat beliau tentang sebuah komunitas. Maka saya potong tulisannya untuk koleksi artikel saya tentang komunitas :

Communitization yang benar harus dilakukan terlebih dahulu. Sesudah itu, baru bisa dilakukan Confirming the Community oleh pihak luar yang ingin bergabung dengan komunitas itu. Kalau dalam suatu komunitas terdapat orang-orang yang ternyata tidak memiliki interest dan values yang sama, menurut saya itu bukan komunitas, tapi baru kumpulan individu (crowd).

Confirming yang tidak tepat, yang dalam istilah Legacy Marketing memilih market segment alias targetinginterest dan values, namun tetap saja pasti ada perbedaan-perbedaan. Kalau tidak ada aturan, bisa terjadi chaos. Setiap orang akan mengemukakan pendapatnya sendiri tanpa mau memberikan kesempatan atau mendengarkan orang lain. yang salah, bisa menyebabkan proses selanjutnya malah bisa berantakan. Satu hal penting yang harus diingat, dalam komunitas itu ada aturan-aturan. Mengapa demikian? Karena yang namanya komunitas itu terdiri lebih dari satu orang. Walaupun orang-orang ini memiliki kesamaan

Lantas, siapa yang menciptakan aturan ini?Bukan satu atau dua orang anggota komunitas, tapi komunitas itu sendiri. Sebuah komunitas memang bisa diawali oleh satu orang atau beberapa orang saja. Namun, ketika komunitas tersebut sudah semakin membesar, para inisiator komunitas ini tentu tidak bisa lagi memposisikan dirinya ada di atas anggota komunitas lainnya.

Ingat, sekarang zamannya horisontalisasi di mana setiap orang punya kedudukan yang setara. Aturan-aturan ini, baik yang dinyatakan secara eksplisit maupun implisit, dilahirkan dari conversation yang terjadi di dalam komunitas itu. Conversation yang terjadi dalam komunitas tersebut tentu harus merupakan conversation yang bermanfaat, bukan sekadar asal bicara. Kalau yang terjadi dalam komunitas sekadar obrolan yang menghabiskan waktu saja atau asal bicara, lama-lama akan membuat anggota komunitas lainnya merasa tidak nyaman.

Bagaimana cara menciptakan conversation yang sehat ini? Tentu, sekali lagi, diawali dengan Communitizaton yang tepat. Kalau sudah punya interest dan values yang sama, akan lebih mudah terjalin conversation yang sehat. Tiap anggota komunitas sadar bahwa perbedaan yang ada tidak akan memecah-belah karena kepentingan komunitas akan lebih diutamakan ketimbang kepentingan pribadi.

Itulah proses Communitization dan Confirming. Jadi, dalam era New Wave Marketing ini, kita bukan lagi targeting the segment, tapi confirming the community.

lalu apa pendapat beliau tentang komunitas itu sendiri..

Komunitas ini sendiri definisinya adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya. Dalam komunitas ini terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values. Proses pembentukannya bersifat horisontal karena dilakukan oleh individu-individu yang kedudukannya setara.

saya selalu terkesan dengan tulisan-tulisan dan pemikiran beliau.

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Leave a Comment

Name:*

Email:*

Website:

Comment: