The Propitious knowledge is power">


Tetralogi “Perawan VS Kebahagiaan” Part 1

  1. Posted by jafis in Idea & Pemikiran |
  2. October 3rd, 2008 |
  3. U comment I follow

judul ini adalah oleh-oleh dari mudik lebaranku. Di hari fitri yang indah itu seluruh keluargaku berkumpul, Seperti biasa ruang tamu rumah kayu yang luas itu bisa menampung puluhan orang, ada tiga kelompok sofa yang terpasang. Semua sibuk bercerita dengan tema hangat PEMILU 2009..heheheh, jafis beserta sepupu-sepupu yang lain duduk di beranda sambil diskusi tentang profesi sepupu kami yang sedang mengambil S2 psikologi di negeri jiran sono heheheh..
suasana tidak akan menjadi hangat dan seru, sampai sepupuku itu bertanya “kenapa kakak suka memakai kata-kata pursuit of happiness di blog dan lain sebagainya?”aku tersenyum sambil bertanya kembali”apakah setelah saya jawab, adek punya pertanyaan kembali?”

“iya..saya akan tanya tentang arti kebahagian?”senyumnya memperlihatkanku bahwa dia sudah begitu dewasa”terus.. apa pendapat kk tentang perawan adalah modal awal seorang wanita untuk hidup bahagia dengan pasangannya”

3 pertanyaan ini telah menghabiskan 6 ketupat dengan 4 rendang dan satu stoples peye’, sampai saya juga harus menulis dalam blog menjadi 3 seri, yang bingung harus dimulai darimana. Maklum saya bukan seorang penulis yang bagus cara penulisannya..heheheheh

Kebahagian adalah sebuah rasa yang timbul pada suatu masa tertentu,dimana tidak ada rasa kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan akan sesuatu yang dirasakan pada saat itu. #jawaban no.2
bukan untuk menyayingi Robert Coch dengan bukunya “Secret of Happiness” atau Chris Gardner dengan biografinya “Pursuit Of happiness”. Tapi ini, murni pemikiran saya sendiri dan tertulis begitu saja. *berharap dua orang ini tidak mengutip kata-kata saya di buku mereka selanjutnya hehehehhehehe

pursuit of happiness adalah implementasi dari penjelasan definisi saya diatas. pada kata “…suatu masa tertentu..” ini menggambarkan bahwa kebahagian itu bukan sebuah tujuan tapi proses. Pursuit of Happiness adalah mengejar sebuah proses bukan sebuah tujuan, karena bila dia sebuah tujuan maka nilainya konstan, dan itu bukan sifat “hati” yang berasal dari kata “Qolbu” (artinya “Yang bolak-balik”).Padahal kebahagian itu adalah sebuah rasa…heheheheh *kan indera perasa = HATI

pernah seorang cewek merasa begitu mengagumi sekuntum bunga. Dia tau bunga yang indah itu pasti harganya sangat mahal, makanya diletakkanlah di sebuah vas yang indah dan dipandanginyalah setiap hari. Hingga sebulan kemudian dimengertinya bahwa bunga itu membosankan, sehingga perlahan mengkerut layu. Kebahagian itu hanya dirasakannya sebulan, diawali dari tercapainya tujuanya untuk memiliki sebuah keindahan dengan cara menukarnya dengan alat kebahagian lainya yg disebut “Uang”

Suatu malam yang gerimis di sebuah kafetaria, alunan suara Bryan adams mengiri seorang lelaki yang meletakkan setangkai mawar di tangannya sambil berucap “kau bagai mawar yang tumbuh dihatiku, mewangi menghapus denyut hati yang mulai membusuk, walau durimu terkadang membuat hatiku berdarah, tapi izinkanku menanamnya … menikahlah denganku!”

10 tahun kemudian wanita itu menatapi sekumpulan mawar yang indah semerbak di halaman rumahnya, semenjak meninggalnya sang suami 5 tahun yang lalu, dia menyadari bahwa setangkai mawar kering yang sudah kering dan layu dikamarnya jauh lebih membuatnya bahagia. karena di tangkai itu ada proses yang tidak bisa di nilai dengan uang…*lah kok jadi melow sehh..heheheh lanjut gan !

untuk jawaban no.3 akan saya bahas di part 2 dan 3, sebelumnya ada beberapa quote pertanyaan nih
1. Apakah orang yang perawan bisa menjamin sebuah keluarga yang bahagia?
2. Apakah nggak perawan bisa menimbulkan ketidakbahagian pasangannya?
3. Apakah kenangan ML dengan orang yg pertama bisa mempengaruhi pernikahannya kelak?
4. Apakah seseorang bisa mengetahui orang itu perawan atau nggak?
5. Apakah Cinta bisa memaklumi ketidakperawanan?
6. mengapa orang yang menikah dengan perawan tapi cerai, kemudian menikah dengan janda malah bahagia?
7. mengapa pria yang berzina tapi mengharapkan isteri perawan?
8. mengapa wanita harus dihakimi karena nggak perawan, sementara itu terjadi ketika dia dulu belum menyadari/accident?
9. mengapa seorang pria harus mengetahui calon istrinya perawan atau nggak?sementara hakikat menikah itu menerima amanah dari Allah?
10.mengapa nggak bisa mejaga keperawanan? hahahahahah…. *pertanyaan yg maksa neh..hi hiks

To Be Continued….

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

lelouch says:

October 3, 2008 9:33 pm

dalam sebuah sesi omong-omong (kosong) seorang rekan yg berkecimpung di dunia kejiwaan pernah ngomong : “kalo bisa, aku gak ingin membangunkan orang gila dari kegilaannya. Justru terkadang mereka lebih bahagia dalam kegilannya.. dibanding orang yg kita anggap ‘cukup waras’ itu sendiri …

nah loo… :D

lelouch says:

October 3, 2008 9:34 pm

ohya nambahain… 1-10 bisa jadi 10 naskah cerpen…

**bletak!!**

aow ! ampun boos..

KaiToU KiD says:

October 3, 2008 9:36 pm

wehe.. saya masih perawan, loh :”>

jafis says:

October 3, 2008 9:43 pm

#lelouch
jangan biarkan jadi cerpen, mungkin akan membuat bahagia. jika hanya sebatas pertanyaan..heheheh *lempar lelouch pake sandal

#KaiToU KiD
barang bagus tuh…huhahahah
**plaakk** kena tampar

Rahmawati says:

October 5, 2008 6:42 pm

ehem!

*cuma bisa berdehem*

kasih air putih ke rahma..heheheh

suzan says:

October 5, 2008 7:42 pm

jafis cepet – cepet selesain tulisannya, jadi penasaran hehehhehh…. pake survey gak ????? gleeekkk….

sudah part 2 tuh..sebenarnya seh mau survey, tapi nggak ada wanita yg mau jadi sukarelawan! huahahhahahaha

Richard says:

October 20, 2008 4:51 pm

Fis.. nice story .. but can i suggest ?? Pilih janda aja .. lebih experience :)

Leave a Comment

Name:*

Email:*

Website:

Comment: