Sikap Perusahaan Dalam Krisis Global 2009
- Posted by jafis in Idea & Pemikiran |
- December 24th, 2008 |

Tahun 2009 sebentar lagi.. Hari-hari berat mulai menghantui perusahaan- perusahan di Indonesia, terutama perusahaan manufaktur. Perekonomian Indonesia akan menghadapi dilema kenaikan US$ yang unpredictable, krisis likuiditas, harga saham anjlok serta suku bunga kredit akan naik secara signifikan.
Permintaan pasar ekspor turun drastis yang akan berdampak harga komuditas turun. Semua pihak mulai bermain aman, menghitung dengan cermat dan sedapat mungkin mengecilkan biaya pengeluaran. Perusahaan dihadapkan akan 3 hal yang mengerikan : Pengurangan Produksi, Penutupan Pabrik dan PHK
Dalam krisis global ini! Perusahaan diibaratkan berada dalam sebuah ruangan tertutup yang oksigennya sedikit, dimana siapa yang paling kuat akan bertahan lebih lama.. *bukan selamat, tapi bertahan lebih lama…
Lalu bagaimana strategi untuk bertahan lama? semua tergantung sikap dan keputusan Pemimpin Perusahaan
Pemimpin Perusahaan dituntut melahirkan sebuah idea yang kreatif untuk mengeluarkan bawahannya dari masalah. Sebuah pemikiran yang brilian akan melahirkan inovasi terbaru, dimana untuk menekan biaya tidak perlu memangkas SDM dan PHK bisa dihindari
Pemimpin yang pengecut akan menggunakan krisis untuk menyelamatkan diri sendiri. Dia akan membantai hak orang lain dengan menggunakan krisis sebagai justifikasi yang paling rasional dalam melakukan PHK bukan karena kinerja tapi pengurangan biaya.
Pemimpin harus Punya TEAM PENYELAMAT, dia tidak bisa mencari jalan keluarnya sendiri.
Untuk 2009 ! Perusahaan harus segera membentuk sebuah TEAM PENYELAMAT yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai : Intelligence quotient, emotional quotient, integrity quotient, spiritual quotient, social quotient, leadership quotient. Tidak ada orang yanng begitu sempurna memiliki semuanya.. makanya butuh sebuah Team..
Melibatkan karyawan secara langsung dalam menyelamatkan perusahaan dari krisis, akan memberikan dampak besar secara psikologis. Mereka akan berpikir keras mencari idea dan inovasi, bukan karena owner yang sudah kaya raya, tapi demi kelangsungan hidup keluarganya apabila perusahaan tutup dan dia di PHK.
*didedikasikan untuk semua Pekerja Indonesia yang telah kena PHK karena krisis global.
“Yakin dan percayalah ! Ada sesuatu yang lebih baik dari apa yang selalu kau cemaskan, setiap detik keajaiban Allah itu pasti akan terjadi ! Kun Fayakun..”







lelouch says:
December 24, 2008 10:45 am
tak terelakkan lagi, mungkin inilah efek buruk dari kelemahan paradigma ‘ambtenaar’ .. yang selama ini kita anut ..
mau gak mau virus2 untuk beranjak dari pemikiran ‘pekerja dan konsumen’ menuju ‘enterprenurship – produsen sekaligus konsumen’ harus segera mewabah di negeri ini ..
saya juga masih orang gajian, gak beda jauh dengan kuli dan buruh. tak ada jaminan esok masih bekerja.
mari teman-teman, jangan mau jadi kuli/buruh selamanya. saatnya ambil bagian dalam perputaran ekonomi.
emang sulit. tapi tak ada urusan yang mudah di dunia ini. berpikir keluar dari kotak ibaratnya atom radioaktif yang ingin keluar dari orbit, butuh energi eksitasi yang sangat besar ..
bismillah ..
*amin… keren boss! opininya, Thanks..
Au' says:
December 27, 2008 2:55 pm
OOT : ada pe er di blog daku utk k jfs, kl sempet kerjain y..!!
SISTEC says:
January 6, 2009 10:54 pm
apanya yang baguz bang pemerintahan sibolga…?
kalau memang mereka peduli terhadap anak muda kota sibolga yang kreativ, kenapa mereka tidak menyediakn fasilitas kepada anak-anak…? kenapa hanya sepeda ontel saja yang mereka support…? apa bedanya sama SKATEBOARDING? bener gak bang? jadi sepenuhnya pemerintah kota SIBOLGA belum tergolong pemerintahan yang bagus, dan juga belum bisa menyukong para anak muda yang kreativ. thank’z
jafis says:
January 7, 2009 5:24 am
yaa… mungkin masih butuh proses, semoga deh ke depannya lebih maju
siapapun pemimpinnya.. yang penting Sibolga tambah maju dah..Amin
aris says:
January 7, 2009 4:47 pm
PHK lagi, PHK lagi, emangnya sebelum krisis global ga ada PHK apa? Kenapa sih pekerja yg slalu jadi korban? Krisis global ini sih ga parah-parah amat sebenarnya, tapi isunya ditiup sampe besar menggelembung, pembangunan sektor riil masih terjadi di mana-mana kok, investasi masih terjadi, kita (masyarakat, pers, pengamat, pengusaha) jangan cuma membeo soal krisis global lah, tapi harus lihat kenyataan di lapangan juga, ga seburuk kelihatannya kok, faktanya krisis global tidak memukul semua sektor ekonomi, kalau soal PHK massal, ya itu emang akal-akalan pengusaha plus pemerintah yg tidak berpihak pada kepentingan pekerja, ga ada krisis aja PHK terjadi secara semena-mena kok. Apakah krisis ini mau dijadikan sebagai tameng untuk melakukan PHK ? Lantas kalau waktu ekonomi lagi pesat/laju mengapa pekerja tetap tidak sejahtera & tetap dijadikan sapi perah ? Krisis ini cuma dijadikan tameng bro ? JANGAN TERTIPU DAH….
Leave a Comment