The Propitious knowledge is power">


Pesan Galileo Untuk Politikus Pemilu 2009

  1. Posted by jafis in Idea & Pemikiran |
  2. January 12th, 2009 |
  3. U comment I follow

Pemilu 2009 sebentar lagi akan mengibarkan perseteruan antar golongan dan tokoh politik indonesia. Bak sekam yang selama ini merayap ! inilah saatnya pembuktian siapa yang bakal jadi api yang membumbung tinggi membakar semangat rakyat Indonesia, yang mulai sedikit demi sedikit menemukan jati dirinya kembali.

Sebenarnya bangsa ini pernah memiliki fase yang menakutkan, dimana orang-orang hebat terlahir dan menggetarkan dunia. Lihat saja bagaimana pergerakan pemuda yang dipimpin oleh Bung Hatta mengoyak-ngoyak keangkuhan intelektual pemerintah Belanda pada waktu itu. Pemikiran – pemikiran hebat pun lahir ditanah air ini membelah lautan pasifik sampai ke ranah afrika.

Negara ini juga pernah menjadi perebutan bagi negara Eropa, Amerika, China, Jepang dan negara maju lainnya. Dalam menancapkan pemikiran dengan alasan mencegah Indonesia tumbuh besar menjadi ancaman bagi mereka bila tak bersahabat. yaaaa! Indonesia dahulu diramalkan bakal menjadi negara yang strategis dan menakutkan di Asia Tenggara.

Tahun 60-an merupakan awal dari pengikisan harapan itu. Satu per satu tokoh-tokoh hebat di negeri ini tersingkir. Wallahualam bishowab ! ini sebuah kecelakan atau rekayasa. yang pasti ! sampai sekarang sejarah indonesia penuh dengan misteri.. inilah prestasi indonesia yang tak pernah bisa di tandingi negara lain. KEBENARAN SEJARAH YANG PENUH MISTERI.

Akankah pemilu 2009 awal kebangkitan harapan itu?

Belum jelas ! yang pasti jafis ingin mengingatkan para politikus Indonesia yang bertarung nanti untuk belajar dari isi surat Galileo untuk putrinya Maria Celeste setelah dewan gereja menghukumnya karena teori heliocentris yang ia percaya. Pernyataan yang kini terbukti lewat scientific empiris itu telah telah membuat perpustakaannya dibakar, karya-karyanya dimusnahkan dan Galileo dikucilkan dari masyarakat.

Galileo menulis surat berikut kepada putrinya:

“Seorang filsuf (tokoh) sejati ibarat seekor burung elang. Terbang sendiri, melalang angkasa, menetakkan pandangan yang tajam dan luas, mengawasi dan waspada. Sedang filsuf (tokoh) gadungan, seperti kawanan burung-burung gagak. Terbang bergerombol, berkoak-koak diangkasa dengan suara memekakkan, tapi kotorannya memenuhi bumi yang ada di bawah mereka.”

menurutku sekarang masih rancu untuk menilai siapa yang menjadi tokoh gadungan seperti kata Galileo tersebut, walau sudah banyak yang memperlihatkannya. Sebelum kita lihat bagaimana sikap mereka setelah menerima kekalahan di pemilu 2009 nanti. CMIIW

Bangkitlah tokoh-tokoh Bangsaku… M E R D E K A !

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

lelouch says:

January 12, 2009 11:01 am

hm.. kalo berharap tokoh-tokoh sekarang bakal selevel bung hatta, kh agus salim, sjahrir.. dkk rasanya rada over optimis :D

kayaknya sekarang cukuplah berharap kita dapet tokoh yang gak malu-maluin, peka pada suara rakyat, punya metode yang baik sbagai solusi, dan tidak serakah :D

**sarkas**

Ina says:

January 15, 2009 11:33 am

entah kenapa saya nga suka ama politik. :D jadi nga tau mau komen apaan.
Jadinya saya nypam aja. hehehehehe…..

*diketak*

galih says:

January 17, 2009 3:42 pm

saya akan mencari alat buat penangkal kotoran burung gagak…
hehehehehehehe

Rian Xavier says:

January 17, 2009 4:23 pm

Masuk akal pesannya galileo. Bahkan sampai sekarang. =)

Leave a Comment

Name:*

Email:*

Website:

Comment: