The Propitious knowledge is power">


kenapa pendapatan per kapita indonesia rendah?

  1. Posted by jafis in Idea & Pemikiran |
  2. July 15th, 2008 |
  3. U comment I follow

Jawabannya ? karena sedikit Enterpreneur

Ciputra bilang: saat ini indonesia masih membutuhkan banyak sekali enterpreneur baru. Untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan yang semakin meningkat di Indonesia, saat ini dibutuhkan sekitar 4,4 juta wirausaha, sementara jumlah wirausaha kita baru sekitar 400 ribu

jadi ingat pendapat David cClelland-psikolog kondang dari Universitas harvard “Suatu negara akan maju jika terdapat enterpreneur sedikitnya 2 % dari jumlah penduduk”,

Laporan Global Entrepreneurship Monitor menyebutkan, pada 2005, entrepreneur yang dimiliki singapura mencapai 7,2% dari jumlah penduduk: sedangkan entrepreneur di Indonesia masih di angka 0,18% dari jumlah penduduk

wajarlah pendapatan per kapita Singapura melesat jauh sekali meninggalkan Indonesia….

belum ditambah laju pertumbuhan penduduk indonesia yg melesat, sistem birokrasi yang rumit plus pola pikir masyarakat yang lebih banyak gengsi dan konsumtif…..

sungguh menyedihkan nasib Indonesia. Sekarang bisnis seminar motivasi sangat maju, ini karena di sebabkan dahaganya masyarakat akan dorongan semangat untuk maju..

Pertanyaannya adalah? pernahkan pemerintah peduli?

pernahkah di adakan seminar gratis dari motivator hebat untuk siswa-siswa secara gratis?

apakah lembaga pendidikan Pemerintah Indonesia sudah melakukan hal-hal ini? berapa banyak sarjana Psikologi yang diberikan pemerintah untuk smu-smu negeri? dan tau kah anda? berapa banyak sarjana-sarjana indonesia yang stres ketika mau mencari kerja, Bukan karena mereka tidak mampu berkerja, tapi karena kesempatan itu TIDAK ADA

Gimana mau melahirkan putra-putri bangsa bermental Entrepreneurship dan profesional

buru-buru mau naikin pendapatan per kapita, nggak turun aja ..udah bersyukur!

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Deddy Huang says:

July 15, 2008 4:09 pm

High-cost economy yang condong disorotin ntuh ke KKN-nya.

Misalnya, si pejabat A mo menang tender perhutanan, maka dia akan kasih ‘hadiah’ sama pejabat B buat ‘neken’.
Jadi, kurang lebih pejabat A neh kan udah high cost economy bagi dirinya dan negara, krn perputaran duit jg dari rakyat.

Lalu, emang bener buat kita perlu byk enterpreneurship. Aku lupa brapa persentasenya, tapi yang jelas itu perlu. Tapi yg jadi pertanyaannya, kalo misalnya semua jadi enterpreneurship.. sapa yang jadi karyawannya neh? :D karena semua org sudah jadi pengusaha, ga ada pembeli lagi dan yg mau kerja.

Dan soal ketenagakerjaan, napa orang berpersepsi kalo kerja di ibukota (jakarta) itu gampang? dan solusi dari pemerintah kayaknya kurang pas kalo cuma kasih iklan layanan jangan datang ke jakarta.

jafis says:

July 15, 2008 4:57 pm

aku pikir nggak semua orang jadi enterpreneurship… minimal 2 %. kan ini syarat minimal, dan juga nggak semua orang bisa..heheheheh

trendy says:

July 15, 2008 5:19 pm

karna pertumbuhan penduduk jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi!

Chic says:

July 15, 2008 5:54 pm

kadang, keinginan untuk jadi enterpreneur mentok sama biaya nya… hehehehe

jafis says:

July 16, 2008 8:03 am

#trendy
ehhmm…dua-duanya bisa sama2 tinggi loh…Human is asset, tinggal gimana cara pemerintah mengelolanya..
#Chic
betul juga sih… tapi trend di Indonesia adalah relasi memegang peranan penting, jadi bangunlah relasi anda dari sekarang, and success will become

Au' says:

July 16, 2008 4:35 pm

OOT : nyomot gambar nya yaa!! cos I’m blue lover :)

rita says:

July 22, 2008 10:47 am

Kalau demikian, nilai-nilai entrepreneurship (kewirausahaan)lebih baik diperkenalkan sejak dini agar terlatih dan tertanam dalam diri para siswa. Sehingga pada saatnya nanti terjun kedalam masyarakat, mereka sudah mempunyai bekal. Mampu melihat peluang dan kesempatan, kreatif, dan inovatif, keberanian mengambil risiko, bekerja keras, ulet, serta jujur dan bermartabat.

awan awan says:

August 8, 2008 4:54 pm

itulah indonesia sesuai dgn nyanyiannya pernah aku bertanya pada seorang teman klu kmu bisa dilahirkan kembali kamu minta apa??. apa jawab temanku
“aku gakmau di lahirkan di indonesia”

Teguh R says:

September 11, 2008 1:45 pm

Saya yakin, kalau iklim berusaha di Indonesia itu sama seperti di Singapura, USA, Jepang, China, dll, maka jumlah warga Indonesia yang Enterprenuer minimal akan sama dari yang dipunyai negara2 lain, malah lebih…

Kalo baru sebagai karyawan saja udah bete berurusan dengan birokrasi, berurusan dengan pengadilan pajak karena beda pendapat masalah hitungan pajak, atau membayar anggota TNI agar preman2 kampung gak usil lagi,,, gimana kalo jadi owner yak…

dasuki.SE says:

March 1, 2009 12:10 pm

sebenarnya…indonesia adalah negara yang makmur….dan orang-orangnya juga cerdas-cerdas,,, masalahnya di indonesia kurang adanya kekompakan..

diky says:

April 26, 2009 8:17 pm

Enterpreneur tuh lebih ditentukan dari tekad dibandingkan kemampuan, serta adanya kejujuran, insya allah maju walaupun tantangannya banyak.
Bangga juga bisa ikut membantu negara walaupun bebannya sangat berat.

hardinoer says:

May 23, 2009 4:11 pm

Saya mo coba ah jadi enterpreneur, dimulai dari diri sendiri dan sekarang

samjos says:

June 4, 2009 12:07 pm

ENTERPRENEUR MEMANGLAH THE KEY ATAU KUNCI KEBERHASILAN SUATU NEGARA UNTUK MENCIPTAKAN KESEMPATAN KERJA DAN UJUNGNYA KEMAKMURAN BANGSA AKAN MENINGKAT. JADI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT HARUS BEKERJA SAMA DALAM MENGEMBANGKANNYA BAIK LEWAT PENGEMBANGAN DIRI MASYARAKAT UNTUK BERKREATIVITAS DAN SUNTIKAN MODAL SERTA KEMUDAHAN UNTUK BIROKRASI BAIK PEMASARAN DAN PERLINDUNGAN.

Ricky says:

June 14, 2009 1:04 pm

Kalo Indonesia punya Entrepreneur banyak minim pengangguran gak ada lagi, kalo udah gak ada yang mau jadi karyawan, orang luar negeri aja yang jadi karyawan. Toh TKI kita juga kerja sama Entrepreneur di luar sana, Malaysia, Singapura.

edsanto says:

February 27, 2010 2:35 am

Nurut saya benar sekali Indonesia kurang sekali entrepreneurnya. Tapi jangan menganggap bahwa entrepreneur itu sama dengan pengusaha. Entrepreneur adlah pengusaha yang punya daya inovasi tinggi, yang selalu tidak puas dengan hasil-2 yang sudah dicapai sebelumnya. Kemungkinan karena pendidikan kita sangat kurang memperhatikan kreativitas. Gimana mau kreatif wong ujiannya aja sentralistik gitu ….. . Tapi anehnya kalau untuk bemain curang dan korupsi orang Indonesia kok kreatif buangett ya …. . Selain itu “rule of the game” untuk berbisnis di negara ini juga amburadul banget. Sehingga pengusaha pada malas berkreasi karena yang dapat untung lebih besar belum tentu yang inovatif dll tapi yang suka main salam tempel …. Makanya kayaknya sulit deh negara kita bisa mengejar Malaysia, Singapur dsb. Sama Philippina aja sekarang kita dah kalah … Kasiannnn deh luuuu ……

edsanto says:

February 27, 2010 2:59 am

Selain itu budaya riset masyarakat Indonesia juga masih sangat rendah. Konon di China ada suatu lembaga yang punya koleksi batik-batik dari Indonesia … nah lo … jangan terkejut kalau jangan-jangan China yang bakal mengglobalkan pemasaran batik milik kita itu … sedangkan kita cuma suka membangga-banggakan diri aja …. Selain itu penulis heran waktu bisa melihat suatu informasi statistik tentang jumlah pemakaian sepatu orang Indonesia per kapita di suatu laporan riset di USA … Apa ada orang Indonesia yang pernah mikir hal2 semacam itu. Mungkin budaya komunikasi lesan kita terlalu jauh lebih kuat dibandingkan komunikasi tertulis kita (liat aja anggota DPR yang sangat lihai berdebat) jadi kita males mencatat… Padahal proses ilmiah dan pendidikan itu kan akumulatip …. yah masih buanyak sekali yang harus kita benahi untuk mensejahterakan negeri kita ini ….

edsanto says:

February 27, 2010 3:20 am

Menurut data sebagian besar (70% ?) tanaman jamu di dunia itu ada di Indonesia. Itu kan potensi dan anugerah Tuhan yang luar biasa…. N seharusnya kalau kita kelola dengan baik, tidak mustahil jamu dari Indonesia bisa menyaingi jamu tradisional dari China. Masalahnya kita terlalu puas dengan produk jamu kita yang disajikan terlalu tradisional itu. Kalau diolah dengan daya inovasi yang tinggi dan tidak setengah-setengah potensi itu pasti bisa menciptakan bisnis global yang sangat bagus. Gitu aja kok dengan Malaysia aja misalnya kita kalah …..

anto says:

June 7, 2010 8:16 am

Pendapatan per kapita indonesia rendah? itu belum sebenarnya, coba hitunglah pendapatan per kapita dengan menghilangkan 1 juta orang terkaya dan 1 juta orang termiskin anda akan mendapatkan angka yang setidaknya mewakili pendapatan per kapita mayoritas penduduk indonesia yang ternyata sangaaaaaaaaaaaaat miskin, jadi pendapatan perkapita indonesia yang rendah itu sebenarnya sudah diangkat berkat segelintir org indonesia yang terlalu kaya di tengah masyarakat super miskin.

Leave a Comment

Name:*

Email:*

Website:

Comment: