Bila Banteng PDIP mengamuk?
- Posted by jafis in Idea & Pemikiran |
- March 17th, 2009 |

“Bila politik menemui jalan buntu, mulailah peperangan ! disana kita akan menemukan jalan, walau tidak tahu kemungkinan untuk menang” Marcus Tullius Cicero
itulah kata-kata yang diucapkan cicero kepada adiknya lucius ketika dia menantang perang Hortensius, seorang konsul dan pengacara no. 1 di Republik Romawi untuk mendakwa Gaiuss Verres gubernur Sisilia yang korup dan berpengaruh. dan setelah melewati pergelutan politik yang hebat, akhirnya cicero menang.
PDIP pun melakukan hal yang sama ketika mereka melihat begitu kokohnya popularitas SBY-JK. Megawati tidak mungkin jadi Cawapres ! berarti untuk menjadi seorang Presiden, SBY merupakan lawan yang sangat tangguh. Karena jalan politik mereka buntu maka Perang ditabuh PDIP ! suasana politik yang awalnya jaim-jaim akhirnya mengalir deras tawar-menawar politik secara terbuka
Walau banyak sekali pertimbangan politik lainnya, koalisi SBY-JK harus dipecah dahulu karena ini kekuatan yang sangat besar. Manuver pertama dekati tokoh GOLKAR untuk jadi cawapres, sesuai yang diinginkan ! seorang yang ingin jadi Capres pasti menolak dijadikan cawapres.
Penolakan ini membangkit harga diri para pengurus DPD GOLKAR, masak partai besar gini berlomba-lomba ditawari Demokrat dan PDIP sebagai cawapres doang! di luar sana berhembuslah isue ” Partai besar kok nggak berani maju sendiri, maunya dijadikan yang kedua”
” ini aspirasi DPD GOLKAR, mereka menginginkan kita maju sendiri sebagai CAPRES, lalu muncullah nama saya ! kalo nggak saya ambil, tokoh yang lain banyak yang mau…heheh dan ini soal harga diri !” jawaban JK di metrotv semalam ketika ditanya ketua partai Demokrat tentang kenapa mau jadi Capres.
Awalnya menemukan jalan buntu, sekarang PDIP mulai menemukan ritme permainan politiknya. Semua Partai mulai bermanuver secara terbuka, inilah yang diinginkan PDIP ! ketika suasana politik panas, gesekan akan mudah memercikan api.
Satu hal yang membuat mereka tenang ” Posisi SBY sekarang sama dengan JK dan Megawati, ditentukan oleh koalisi”. Ini sebuah harapan baru bagi PDIP dibanding harus melawan SBY-JK, karena PKB, PAN, PKS, GERINDRA, dll belum terusik harga dirinya untuk jadi CAWAPRES . he he he he
Tapi bakat politik Megawati bukan seperti Marcus Tullius Cicero yang jago orator dan bernegosiasi. Persis seperti Bapaknya Presiden Soekarno, Cicero punya bakat yang hebat dalam memainkan ritme politik.
Kita lihat saja apakah Banteng PDIP bisa mengamuk dengan hebat ! kita tunggu siapa pilihan koalisinya, begitu juga dengan SBY dan JK
mengutip kata – kata Cicero : Satu hal yang tidak pernah bisa anda percayai sepanjang hidup adalah : EMOSI







lelouch says:
March 17, 2009 10:23 am
jadi kita tengah membentuk sebuah kutub-kutub pilihan yang buruk ?
jafis says:
March 17, 2009 10:27 am
nggak buruk sih… maklumlah ini kan baru yang kedua, setelah berpuluh-puluh tahun terkekang prosedur orde baru
xvader says:
March 18, 2009 12:12 pm
yang di-bold dan underlined itu ga jelas kak
*just a correction*
rita says:
March 18, 2009 10:13 pm
Kalo aku tetep ndukung SBY, yang lain tidak…:D
SBY -JK emang pasangan serasi yg saling melengkapi… DAri sisi patriotisme (ABRI), kebapakan, berwibawa, intelek itu SBY, bisnismen Ekonom itu JK… Saling melengkapi
Marpaung says:
April 7, 2009 10:23 pm
Gw daripada di suruh milih si monyong putih dengan komandan Megawati mendingan Gw milih si Megaloman film favorit gw waktu kecil, jd kalo si monyong ngamuk biarin aj ntar juga mati sendiri…hehehe
susilo widodo says:
April 25, 2009 10:40 pm
ditubuh internal PDIP sendiri belum bisa menindak lanjuti kekacauan pada waktu pemilu legislatif,ini terbukti pada pemilu legislatif ditingkat DPRD kabupaten tegal,tolong dong para penggede partai PDIP ga usahlah berebut kursi kepresidenan dulu.
samudi says:
May 28, 2009 8:13 pm
saya sebagai warga indonesia masih tetap mendukung SBY sebagai presiden bahkan seandainya bisa dalam 20 tahunlagi saya tetap mendukung
chandra says:
June 7, 2009 1:36 am
cobalah lihat dengan jelas dan secara fair apakah pemerintahan rezim SBY punya kelebihan yang benar2 bisa dibanggakan… selain kelebihan tebar pesona dan tebar image.
tiap pemimpin punya plus minus, pemerintahan zaman ibu Megawati saya nilai cukup baik hanya saja beliau tidak diberikan waktu yg cukup dan satu lg yg penting (mungkin menjadi kekurangannya) beliau kurang berhasil membuat image, mungkin karena sifatnya yg tidak suka tebar pesona… padahal dipemerintahan beliau kehidupan bernegara sudah cukup baik & stabil.
coba di ingat2 betul atau betul pendapat saya.
Leave a Comment