The Propitious knowledge is power">


Bertahan sajalah

  1. Posted by jafis in Idea & Pemikiran |
  2. November 23rd, 2008 |
  3. U comment I follow

Entah untuk yg keberapa kalinya kata-kata bodoh itu menghampiriku !
Bak pelor melesat menghujani tameng-tameng yg mulai berkarat. Legionnaire mulai tak mampu menjaga fortress dari serangan teutonic knight dengan fire catapult.

Ketika gemuruh genderang perang itu mereda. Aku duduk di puncak bukit menatap hamparan hijaunya ladang terbentang membuat sekat-sekat. Hal teraneh bagi sang matahari yang tak pernah mengira paket sinarnya diperdagangkan secara tak adil.

Bendera – Bendera yang berwarna-warnipun berjejer melingkari benteng ini. Cuiiihhh… kambing-kambing merengek-rengek menjerit nun jauh dibawa sana, seolah mereka berpikir menyukai salah satu warna merupakan tiket sukses memasuki gerbang keselamatan ini.

“sudahlah.. biarkan aja mereka masuk!”kata pemimpin 5 bendera terbesar.

berbondong-bondong kambing mulai memasuki gerbang benteng, menjerit seperti kaleng pecah yang berharap akan terisi penuh dengan menjadi antek-antek pengibar bendera dimana mereka tidak tau bahwa: Semua pemimpin batalyon di benteng ini sepakat menganut the rule of the wolf.
1. changing the course of history as we sealed,
2. choosing targets we select
3. we can redistribute power where we see fit

dan kambing-kambing itu bereuforia menikmati minuman murahan dan serpihan roti bekas. Pesona alunan musik yg katanya merakyat menghipnotis betapa letih dan sekarat membawa hasil ladang ke dalam benteng yang katanya rumah rakyat.

sang para komandan tertawa berpesta di ketinggian sana, air liur mereka tak tertahankan menetes ke arah pesta para kambing di ground floor. Mereka selalu tertawa mengingat kesepakatan aturan main mereka “this is the rule of the wolf , not a sheep”

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

xvader says:

November 23, 2008 9:31 am

ketika kambing-kambing itu tersadar karena tersedak roti bekas dan minuman murahan, ditambah mereka mendengar tawa cekikikan beraroma kelicikan para serigala. beberapa dari mereka tunggang langgang melarikan diri, beberapa merangsek-merengek maju mengiba perlindungan lima bendera terbesar, dan beberapa membentuk barisan yang bersepakat membuat perubahan bagi nasib kambing seluruhnya…

*dan semuanya seperti opera yg tidak ada habisnya…

Mas Koko says:

November 23, 2008 11:08 am

Waduh…pembukaannya pake istilah Travian :D

*huahahha… emang seperti travian pak

Richard says:

November 25, 2008 8:41 am

Fis .. tolong kirimkan Gandum 500 , Besi 500 , sama Kayu MDF 500 .
Hidup Travian … :)

Leave a Comment

Name:*

Email:*

Website:

Comment: