- Posted by jafis in Marketing |
- November 6th, 2009 |
Nike Inc. adalah salah satu perusahaan peralatan olahraga terbesar di dunia, dengan segmen sepatu menjadi produk andalannya. Resmi berdiri pada tahun 1978, mengambil nama sepatu rancangan William Bowerman yang diluncurkan pada tahun 1971. Waktu itu perusahaan ini masih memakai nama Blue Ribbon Sport yang didirikan oleh Philip H. Knight tahun 1962
Ada 3 jurus sukses yang diterapkan CEO Nike Inc. semenjak di pimpin oleh Parker, seorang CEO lulusan Pennsylvania State University yang telah berhasil menjadikan Nike.inc sebagai perusahaan raksasa.
1. Inovasi yang sejati – Genuine
Nike selalu menciptakan
inovasi yang unik setiap produk yang mereka keluarkan, seperti bola tour accuracy golf Tiger Woods, sepatu yang mempunyai CHIP hingga pelari bisa sambil mendengarkan lagu, dll. Mereka selalu menciptakan sesuatu inovasi terbaru, hingga meningkatkan value dari produk itu sendiri.
2. Endoser
Nike Inc. sangat jeli dalam memilih endoser yang bisa mencerminkan produknya, lihat saja Tiger Woods – Golf, Michael Jordan – Basket, TimNas Brasil- sepakbola. Hal ini sesuai yang di katakan oleh Knight di majalah forbess februari lalu : ” Nike didn’t need a brand guy, it needed a sports guy”
3. Community Marketing
Nike Inc piawai dalam merangkul para pelanggan untuk bergabung dalam sebuah komunitas. Salah satunya dengan membuat event yang mempertemukan para pegolf amatir dengan endoser nike Golf
Dengan merangkul komunitas Nike bisa menciptakan basis konsumen yang loyal, sampai-sampai mereka bisa menciptakan image seseorang bisa di bilang “sporty” dengan hanya memakai merk Nike, walau bukan seorang atlet.
- Posted by jafis in Marketing |
- November 5th, 2009 |
Berikut 11 peringkat perusahaan ban dunia yang menguasai pasar tahun 2008 menurut Modern Tire Dealer :
1. Bridgeston corp. (jepang)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 21.8 dengan laba bersih 11.2%
website : bridgestone.com
2. Group Michelin (Perancis)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 21.7 dengan laba bersih 11.9%
Website : michelin.com
3. Goodyear Tire & Rubber Co. (Amerika Serikat)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 18.3 dengan laba bersih 2.8%
website : goodyear.com
4. Continental AG (jerman)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 8,6 dengan laba bersih 11.7%
website : conti-online.com
5.
Pirelli & C.SpA. (Italia)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 5.8 dengan laba bersih 16.0%
website : pirelli.com
6. Sumitomo Rubber Industries (jepang)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 3.6 dengan laba bersih 11.2%
website : www2.srigroup.co.jp
7. Hankook Tire Co. Ltd (jepang)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 3.5 dengan laba bersih 20.7%
website : hankooktire.com
8. Yokohama Rubber Co. (jepang)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 3.2 dengan laba bersih 6.7%
website :yrc.co.jp
9. Cooper Tire & Rubber Co. (AS)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 3.2 dengan laba bersih 6.7%
website :coopertire.com
10. Kumhoo Tire Co.Inc. (Korea)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 2.2 dengan laba bersih 15.8%
website : kumhotire.co.kr
11. Toyo Tire & Rubber (jepang)
pertumbuhan penjualan 2007 : US$ 1.8 dengan laba bersih 5.9%
website :toyojapan.com
Saya pakai mie chelin… heheheh tp kadang pake mie celor..
- Posted by jafis in Marketing |
- October 31st, 2009 |
Ketika saya lagi ke gramedia mencari buku Sun Tzi Art of war, di sebuah counter para sales sibuk melayani para ibu-ibu yang membeli sebuah alat menyerupai laptop yang disebut talking book. Alat ini mengkonversi buku ke digitalisasi, sehingga kita bisa memahami seolah pengarang buku mengajarkan secara langsung.
Buku yang di digitalisasi biasanya buku-buku pelajaran bahasa inggris, arab, jepang,china dan alquran 30 juz. alat ini dilengkapi fitur MP3 player, speaker internal full range, expandable memory card serta berbagai fitur lainnya. Harga yang dijual tergantung type dengan harga anatara Rp. 1.098 ribu – Rp. 1.698 ribu.
Setelah saya Googling
, ternyata alat ini di produksi oleh PT. ReadBoy Indonesia yang didirikan oleh Jenny Wijaya. Buku yang sudah diterbitkan telah mencapai 1.000 buku yang berasal dari penerbit-penerbit terkemuka, seperti Erlangga, BIP, Grasindo, Andi, Mizan, Tiga Serangkai, Intan pariwara dan Yudhistira
ehhmm.. sebuah mediamorphosis yang bisa jadi alternatif sistem pendidikan Indonesia, tapi harganya relatif masih mahal untuk kaum ekonomi menengah ke bawah.
untuk mengetahui buku apa saja yang telah didigitalisasi silahkan kunjungi website PT. Readboy Indonesia
- Posted by jafis in Marketing |
- July 27th, 2009 |
Beberapa hari yang lalu kami berdiskusi di sebuah café tentang “cloud computing”. Menurut Wikipedia indonesia merupakan konsep baru komputasi terdistribusi yang disebut sebagai sebuah revolusi besar di dunia TI, jadi pingin bahas nih jika ada yang menggarap di Indonessia.
Semua layanan TI berbasis Cloud computing biasanya merupakan layanan aplikasi bisnis secara online dimana user dapat mengaksesnya melalui web browser. Sementara data, server dan storage berada di tempat penyedia- penyedia layanan. Komponen cloud computing terdiri dari: clients, services, applications, storage dan infrastructure.
Perusahaan industri saat ini lebih suka menyewa teknologi daripada membeli. Sebuah Pabrik mengalokasikan dana yang begitu besar untuk start up pertama kali, sementara kelangsungan hidup perusahaan tergantung dari berhasil tidaknya sebuah mesin produksi. Hal inilah yang mendorong perusahaan untuk menggunakan sistem sewa teknologi karena sifatnya yang OpEx-Operational Expenditure dimana biaya bersifat rutin dan cenderung tetap. Jika terjadi force Mejeur stop produksi maka perusahaan bisa menekan biaya untuk sementara, berbeda dengan sistem membeli teknologi dimana perusahaan terlanjur membeli hardware, software, pelatihan dan biaya waktu kerja.
Untuk mailserver dan webserver sudah banyak sekali yang menyediakan, tetapi tidak untuk sistem accounting, PPIC dan lainnya (ERP). Saat ini sistem sewa terbatas pada penggunaan license, sementara software tetap harus di instal pada komputer perusahaan dimana akan tetap menimbulkan biaya pelatihan, perawatan dan perangkat hardware. Cloud Computing sebuah peluang bisnis yang sangat bagus, karena sebagian besar pabrik sawit, kayu, karet dll menggunakan internet untuk jalur komunikasi mereka.
Ketika lagi asyik mengobrol, tiba-tiba datang seorang sales produk rokok Zinsberry. Hal pertama kali ditanyakan sahabat saya adalah “ini rokok baru yaaa? Belum pernah dengar namanya?”
“ya mas! harganya lebih murah, kemasan dan rasanya hampir sama dg merk terkenal” jawab sales girl.
“kalo kemasan agak sama sih, tapi rasanya pasti bedalah. Beda harga pasti beda kualitas rasa”ujar temanku
“belum tentu mas, bisa jadi harganya lebih mahal karena untuk menutupi biaya promosi pembentukan imej, mas tahu kan berapa biaya untuk iklan di televisi dan sponsor even musik?”debat salesnya.
“wah mbak ini jago marketing yaa.. kenapa nggak jadi sales rokok terkenal ajah, pasti lebih keren?”
“badan saya kurang tinggi ama cantik mas, kurang cocok ama image rokoknya. Aneh kan! Bila soal rasa emang udah unggul, orang yg beli nggak perlu lagi lihat penjualnya tapi karena kebutuhan?” si sales menjawab ketus “beli nggak nih? Coba deh.. jangan sampe mas masuk golongan besar konsumen Indonesia yg hanya membeli sesuatu untuk imej dan gengsi doang.. nggak peduli biayanya lebih besar”
$%^&* pintar juga nih sales
Kembali ke masalah Cloud Computing, yang menkhawatirkan di Indonesia adalah tenaga strategi marketing sebuah produk lebih handal dari pada bagian pembuat dan pelayanan. Kualitas servis sebuah produk di Indonesia sering tidak konsisten dan tidak sebaik promosi keunggulan produk tersebut yang terlalu dibesar-besarkan. Kemudian muncul kekecewaan dari konsumen yang ketika mereka mencoba mengeluh disebut-sebut “pencemaran nama baik”, karena produsen terlanjur merasa imej yang telah dibuat sesuai dengan ekspektasi produknya.
Semoga hal ini tidak terjadi di sistem teknologi .. karena menurut saya nyawa dari sistem teknologi adalah kualitas pelayanan.
- Posted by jafis in Marketing |
- July 14th, 2008 |
social Networking merupakan istilah yang sangat familiar bagi para penjelajah dunia internet. Yang sangat terkenal adalah facebook, Myspace, friendster dan Ning, nama terakhir agak sedikit fenomenal dengan kemunculannya.
Ning resmi berdiri pade februari 2007, sampai sekarang sudah mempunyai anggota lebih dari 275 ribu yang 40% anggotanya dari luar Amerika serikat, mulai dari cina, jepang, spanyol,belanda dan 172 negara lainnya. Ning menargetkan akhir 2009 untuk 4 juta jejaring sosial dengan mencapai page view miliaran dalam sehari.
Sebuah pencapaian yang luar biasa, hingga membuat semua orang bertanya? siapakan aktor di balik kesuksesan NING, jawabannya Marc Andreessen. sebuah nama besar yang sangat di segani di dunia internet, beliaulah yang menjual netscape Communications ke AOL. dan yang menjual Opsware kepada Hawlett-Packard
lucunya… Ning diragukan oleh beberapa kolumnis TI terkemuka di dunia,karena waktu itu marc sudah mengundurkan diri dari dunia bisnis internet…. tau alasan kenapa dia bermain lagi?
karena Gina Bianchini (35 thn), seorang lulusan MBA dari stanford yang telah susah payah meyakinkan beliau bahwa bisnis ini akan berhasil. dan akhirnya mereka berkerjasama dengan marc sebagai CEO dan Gina sebagi Chief technology Officer…dan hasilnya MANTAP.
Hingga Ning sekarang menjadi salah satu icon web 2.0 yang mulai mengusik dominasi google, YouTube,Facebook,MySpace, Twitter dan lain….
yang lebih keren lagi… Marc bikin kantor mereka di Palo Alto berseberangan dengan kantor MySpace dan facebook… heheheeh, sebuah strategi ciri khas pemain lama…
congcrat for you mr. Marc