Investasi Di Koperasi Syariah 212

Posted by

Semakin sering membaca buku Harta Haram Muamalat Kontemporer, semakin kuat keyakinan keluarga kami untuk mulai investasi secara syariah. Dari mengalihkan semua tabungan ke bank syariah sampai mulai investasi emas di pegadaian. Secara muamalah umat muslim sebaiknya hindari kekayaan yang disimpan karena tidak membawa manfaat untuk umat.

Masalahnya adalah keterbatasan tempat untuk investasi ? Kami juga belum sepenuhnya yakin dengan reksadana syariah dan saham syariah, sementara properti dan kebun karet butuh uang diatas ratusan juta.

Setelah ikut workshop koperasi syariah jadi antusias sekali untuk ikut investasi. Alhamdulillah .. telah mendaftar di Koperasi Syariah 212 walaupun di mulai dari sedikit dulu, karena daftarnya online 😀 .

Koperasi Syariah 212 Hadir dalam rangka melestarikan semangat aksi damai 212 yang mencerminkan perdamaian, persatuan, semangat kebangsaan, ukhuwah Islamiyah dan kebangkitan ummat Islam. Tujuannya di bentuk adalah Membangun ekonomi umat yang besar, kuat, professional dan terpercaya sebagai salah satu penopang pilar ibadah, syariah dan dakwah menuju kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat.

Pendaftaran di buka secara online di sini. Hanya dengan 332ribu sudah resmi jadi anggota, dimana iuran pokoknya 212ribu dan iuran wajib 120ribu ( 10ribu per bulan). Semoga dengan peran serta uang sedikit ini bisa mewujudkan suatu manfaat yang besar bagi umat di negeri ini. Aamin

Koperasi syariah 212 juga menyediakan tabungan investasi yang sifatnya sukarela, yang mana nantinya akan ada bagi hasil keuntungan atau kerugian. Keluarga kami investasi 1 juta di jaringan minimarket syariah dan 1 juta di properti syariah.

Secara muamalah kita umat Islam di wajibkan ikut serta, karena Allah dalam firman-NYA :

Keluarga kami yakin Koperasi syariah 212 ini akan sukses, bahagia rasanya melihat ustad Dr. Muhammad Syafii Antonio yang merupakan seorang pengusaha sukses di sentul bogor. Kami juga terinspirasi dari bukunya tentang ketauladanan Rosulullah Shallallahu alihi wa sallam.

Semoga catatan ini menjadi inspirasi untuk putri kami yang masih di dalam kandungan, Semoga kelak menjadi pejuang ekonomi syariah dan bermanfaat bagi masyarakat. Aamin

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *