- Posted by jafis in Motivasi |
- July 31st, 2009 |
aku bosan dengan kata-katamu, terlalu banyak kebohongan dimatamu dikala memaklumi ketidakmampuan itu dengan kata” sabar, ikhlas, syukur”.
Aku melihat kamu mencoba menghibur diri saja, sesungguhnya ada kekecewaan yang berkarat dalam hatimu. Coba kamu bercermin lebih lama ? ada yang berubah kok.. kamu lebih tua dan waktumu semakin dikit..
ehhh.. aku coba terjemahkan makna 3 katamu itu yahh? relakanlah bila ini layak seperti cacian buatmu.. saya terpaksa !kalau tidak nanti kamu terlalu lama bercermin dengan raut-raut jelekmu itu..
Aku melihat ketika kamu bilang “sabar” sebenarnya kamu menghindari bahasa cermin, bahwa sebenarnya dikau hanya malas untuk mengejar dan ingin duduk santai menungu.. menunggu dan menunggu
Aku melihat juga ketika kata “Ikhlas” terucap, sebenarnya kamu mencoba tolerir ketidaksengajaanmu, lalu kamu dramatisir biar dilabel “ikhlas” saja ! sebenarnya kamu tetap merasa kehilangan toh !
“Syukur” kata terakhir yang kamu ucapkan, saat semua yang didapat hanya secuil. Aku merasa kamu hanya ingin merefleksikan bahwa semuanya sudah maksimal dan itulah hasilnya.. Jika Tuhan memang adil, kenapa orang lain mendapatkan lebih, tidak seperti kamu… ahh sudahlah itu kan kamuflase kamu ajah untuk menutupi kelemahanmu.
Mulai sekarang hentikan merefleksikan istilah-istilah keimanan di mulutmu, cobalah lihat lebih dalam !! apakah kamu terlalu banyak menggunakan istilah-istilah ketuhanan buat sekadar menutupi ketidakmampuanmu menjadi makhluk yang berpotensi.
jangan biarkan alasan-alasan merampas waktumu. Bila pembenaran itu terlalu sering mengganggumu maka cobalah untuk melakukan lebih. Sebab yang berharga dari kita adalah waktu yang tampak ganjil di mata orang lain. Sesuatu yang tidak akan mereka pahami walaupun mereka telah menyelaminya. Tidak ada yang spesial, biarkan mengalir tidak seperti biasanya.
- Posted by jafis in Marketing |
- July 27th, 2009 |
Beberapa hari yang lalu kami berdiskusi di sebuah café tentang “cloud computing”. Menurut Wikipedia indonesia merupakan konsep baru komputasi terdistribusi yang disebut sebagai sebuah revolusi besar di dunia TI, jadi pingin bahas nih jika ada yang menggarap di Indonessia.
Semua layanan TI berbasis Cloud computing biasanya merupakan layanan aplikasi bisnis secara online dimana user dapat mengaksesnya melalui web browser. Sementara data, server dan storage berada di tempat penyedia- penyedia layanan. Komponen cloud computing terdiri dari: clients, services, applications, storage dan infrastructure.
Perusahaan industri saat ini lebih suka menyewa teknologi daripada membeli. Sebuah Pabrik mengalokasikan dana yang begitu besar untuk start up pertama kali, sementara kelangsungan hidup perusahaan tergantung dari berhasil tidaknya sebuah mesin produksi. Hal inilah yang mendorong perusahaan untuk menggunakan sistem sewa teknologi karena sifatnya yang OpEx-Operational Expenditure dimana biaya bersifat rutin dan cenderung tetap. Jika terjadi force Mejeur stop produksi maka perusahaan bisa menekan biaya untuk sementara, berbeda dengan sistem membeli teknologi dimana perusahaan terlanjur membeli hardware, software, pelatihan dan biaya waktu kerja.
Untuk mailserver dan webserver sudah banyak sekali yang menyediakan, tetapi tidak untuk sistem accounting, PPIC dan lainnya (ERP). Saat ini sistem sewa terbatas pada penggunaan license, sementara software tetap harus di instal pada komputer perusahaan dimana akan tetap menimbulkan biaya pelatihan, perawatan dan perangkat hardware. Cloud Computing sebuah peluang bisnis yang sangat bagus, karena sebagian besar pabrik sawit, kayu, karet dll menggunakan internet untuk jalur komunikasi mereka.
Ketika lagi asyik mengobrol, tiba-tiba datang seorang sales produk rokok Zinsberry. Hal pertama kali ditanyakan sahabat saya adalah “ini rokok baru yaaa? Belum pernah dengar namanya?”
“ya mas! harganya lebih murah, kemasan dan rasanya hampir sama dg merk terkenal” jawab sales girl.
“kalo kemasan agak sama sih, tapi rasanya pasti bedalah. Beda harga pasti beda kualitas rasa”ujar temanku
“belum tentu mas, bisa jadi harganya lebih mahal karena untuk menutupi biaya promosi pembentukan imej, mas tahu kan berapa biaya untuk iklan di televisi dan sponsor even musik?”debat salesnya.
“wah mbak ini jago marketing yaa.. kenapa nggak jadi sales rokok terkenal ajah, pasti lebih keren?”
“badan saya kurang tinggi ama cantik mas, kurang cocok ama image rokoknya. Aneh kan! Bila soal rasa emang udah unggul, orang yg beli nggak perlu lagi lihat penjualnya tapi karena kebutuhan?” si sales menjawab ketus “beli nggak nih? Coba deh.. jangan sampe mas masuk golongan besar konsumen Indonesia yg hanya membeli sesuatu untuk imej dan gengsi doang.. nggak peduli biayanya lebih besar”
$%^&* pintar juga nih sales
Kembali ke masalah Cloud Computing, yang menkhawatirkan di Indonesia adalah tenaga strategi marketing sebuah produk lebih handal dari pada bagian pembuat dan pelayanan. Kualitas servis sebuah produk di Indonesia sering tidak konsisten dan tidak sebaik promosi keunggulan produk tersebut yang terlalu dibesar-besarkan. Kemudian muncul kekecewaan dari konsumen yang ketika mereka mencoba mengeluh disebut-sebut “pencemaran nama baik”, karena produsen terlanjur merasa imej yang telah dibuat sesuai dengan ekspektasi produknya.
Semoga hal ini tidak terjadi di sistem teknologi .. karena menurut saya nyawa dari sistem teknologi adalah kualitas pelayanan.
- Posted by jafis in Personal |
- July 15th, 2009 |
Pengalaman pertama kali saya online di internet berawal dari sikap sok tahu. Waktu itu pada tahun 2000 pada saat kerja di perusahaan kelapa sawit PT. Musi Banyuasin Indah, Tania Selatan Group. Pabrik tempat saya berkerja terletak di daerah sungai lilin kabupaten Musi Banyuasin Profinsi sumatera Selatan, dan kisah memalukan itu sebagai berikut :
Istilah internet sudah saya kenal dari guru komputer sewaktu duduk di SMP N 13 palembang. Semua hanya sebatas teori saja ! hal ini pun berlanjut sewaktu di SMU N 2 palembang. Yang saya coba di komputer adalah pelajaran DOS, WS, Lotus, DBASE dan game mario bros. Untuk pengetahuan tentang komputer saya banyak mencoba dirumah, dikarenakan sering melihat oom saya yang kuliah di teknik UNSRI mengoperasikan komputer dari semenjak pake windows 3.1. tapi yaa itu ! nggak pernah terpikir tentang internet.
Tahun 2000, 6 bulan setelah tamat SMU saya diterima kerja di perusahaan yang semua komputernya menggunakan windows 98. Sistem komunikasinya memakai Radio dengan 2 antena : satu seperti antena radio yang sering saya lihat di palembang dan satu lagi saya sebut parabola. hehehehhe. Mitos yang beredar waktu itu adalah antena Radio buat operator yang setiap hari melapor ke kantor pusat di jakarta, sedangkan yang berbentuk parabola khusus buat General Manager biar bisa berhubungan dengan Big Boss yang punya perusahaaan.
Suatu hari saya dipanggil oleh Asisten Kantor (jabatan tertinggi untuk urusan HR dan administrasi) untuk ikut meeting. Dari sinilah saya mengetahui kalau parabola itu berfungsi untuk mengkoneksikan internet komputer General Manager, dan sialnya saya mendapat tugas mengirimkan data apabila hasil kiriman telegraph via radio tidak jelas. karena GM sedang meeting di Singapura dan menunggu laporan hasil produksi CPO dari pabrik.
Malamnya saya tidak bisa tidur. Walau udah bolak balik baca buku panduan windows 98 pada bagian internet explore dan mengirim SMS mohon bantuan dari oom yang ada di Palembang, tetap satu hal yang saya pikirkan ! jika melakukan kesalahan dan komputer GM error. ada kata yang akan terdengar menyakitkan ” saya akan dipindah ke bagian produksi “.. erghh ! malam itu saya sholat tahajud semoga data yang dikirimkan Operator Radio dapat diterima dengan jelas.
Seperti biasa suara operator radio terdengar diseluruh ruangan ” rendemen 3.0.. CPO production is…bla bla” diiringi suara tok tok tok. Jam 11.30 giliran jantung saya berdetak tok tok tok karena operator bilang data tidak jelas. Waktu itu saya menerima secarik kertas alamat email dan disket yang berisi file excel. Sebagai seorang karyawan yang pertama kali kerja sudah jelas saya sangat gugup takut salah, apalagi ini juga pengalaman pertama mengenal internet.
Untung Asisten kantor bilang dikirim habis makan siang saja, jadi saya masih sempat pulang ke mess karyawan untuk lihat sms dari oom yang ada di palembang. Pada saat itu saya menggunakan Handphone siemens M35 yang harus dibantu dengan antena buatan salah satu karyawan elektrik di pabrik, maklumlah lokasi pabrik kita memang didaerah terpencil. 15 menit sebelum berangkat ke pabrik sms pun datang dan selera makan saya kembali bergairah .. hehhehehe
Setelah membuka internet explorer, saya coba ikuti tuntutan oom saya yang ada di Inbox handphone siemens M35. Membuka www.plasa.com dan memasukan username serta passwordnya emailnya, hampir 10 kali saya klik sentitem untuk memastikan apakah email betul-betul terkirim.
Operator Radio bilang data sudah diterima dengan baik dan saya sangat senang sekali. Belum lama kesenangan itu datang, mendadak muka saya pucat! karena ketika di shutdown windows 98 nya nggak mati-mati. karena panik ! saya cabut saja kabel power.. selesai
3 hari sebelum kepulangan GM pikiran saya dipenuhi dengan asumsi jika komputernya rusak maka saya akan mulai menikmati shift malam bagian produksi. Dan hari itu pun datang dengan ditandai sebuah panggilan untuk menghadap selepas makan siang.
“terima kasih janatul Firdaus ! mulai senin depan kamu pindah ke bagian admin HRD” ujar GM kepadaku yang saat itu sibuk memperhatikan komputernya yang menyala dengan tenang. Sekarang saya tahu kalau windowsnya lama shutdown disebabkan oleh “automatic update” hehehehhe
Sejak saat itu saya mulai ketagihan dengan internet dan menghantarkan saya ke profesi sebagai seorang IT. Sampai sekarang saya berprofesi sebagai seorang IT Executive pada perusahaan manufaktur di Sumatera selatan.
saat-saat yang tidak pernah bisa saya lupakan, hiks
note : Tulisan ini dipersembahkan untuk ulang tahun ke-11 detikcom dan mengenang para sahabat seperjuangan SPSI PT. Musi Banyuasin Indah yang di PHK pada tahun 2003. I Love U everybody.
- Posted by jafis in Review Buku |
- July 2nd, 2009 |
Pada suatu malam.. sahabat saya bercerita mendapatkan hadiah sebuah buku dari kekasihnya. Buku itu berjudul “Everything men know about women” karangan Dr. Alan Francis.
Ternyata.. buku setebal 96 halaman itu isinya KOSONG, seolah penulis ingin menyampaikan bahwa pria itu sama sekali tidak tahu apa-apa tentang wanita. Mungkin itulah kenapa sahabat saya mendapatkan hadiah tersebut…
Setelah googling..ternyata penulisnya adalah Cindy Cashman. Buku ini terjual lebih dari satu juta kopi diseluruh dunia dan saat ini mendapat peringkat empat bintang di amazon.com. Menurut saya angka ini wajar saja, kalo melihat populasi wanita di dunia lebih banyak dari lelaki..heheheheheh
Lalu sang sahabat mengajak untuk diskusi, kertas kosong itu harus di isi hal apa saja yang dia ketahui tentang wanita Read the rest of this entry »